KARTASURA – SD UMS Global Citizen menggelar Global Parent Summit (GPS) 2026 sebagai ruang kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menyiapkan generasi yang memiliki wawasan global sekaligus berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Generasi Pemimpin Dunia Masa Depan melalui Kurikulum Standar Internasional dan Nilai-Nilai Islam” tersebut berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Aula SD UMS Global Citizen, Kartasura, Sukoharjo.
Global Parent Summit 2026 terbuka untuk orang tua, calon wali murid, dan masyarakat umum dengan total jumlah yang hadir 325 peserta. Forum ini dirancang tidak hanya sebagai ajang sosialisasi program sekolah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan dialog mengenai pendidikan, parenting, kurikulum, serta perkembangan anak di tengah tantangan era global.
Sekolah memandang keterlibatan orang tua sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Karena itu, melalui GPS 2026, sekolah berupaya membangun kesamaan persepsi antara lingkungan sekolah dan rumah, terutama dalam mendampingi anak mengembangkan karakter, literasi, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, komunikasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterampilan abad ke-21.
Hadirkan Empat Pembicara
Global Parent Summit 2026 menghadirkan empat pembicara dari latar belakang pendidikan, akademik, dan pengembangan pendidikan internasional.
Mereka adalah Hafiza Sana M., MA., B.Ed., M.Phil, Scholarship Awardee & Researcher dari University of Southern Pakistan; Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, Dekan FKIP UMS sekaligus Ketua BPH SD UMS Global Citizen; Honny Steward, M.Ed., Ph.D, Direktur Sentra Edu Global; serta Fitri Kurniawan, S.Pd., M.Res.Ed, Dosen UMS sekaligus Founder of English for Football Academy.
Kehadiran para pembicara tersebut memperkuat karakter GPS sebagai forum yang mempertemukan perspektif pendidikan global, psikologi dan perkembangan anak, pengembangan kurikulum, serta nilai-nilai Islam dalam pendidikan.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah memperkenalkan arah pendidikan SD UMS Global Citizen yang mengintegrasikan perspektif dan sumber belajar National Geographic Learning dengan penguatan karakter dan nilai keislaman.
Kolaborasi sekolah dengan National Geographic Learning sendiri menjadi bagian dari upaya SD UMS Global Citizen menghadirkan pengalaman belajar yang berwawasan internasional. Sebelumnya, sekolah telah menjalin kerja sama dengan National Geographic Learning melalui PT Sentra Edu Global untuk pengembangan pembelajaran, budaya literasi, serta peningkatan kompetensi guru.

Parenting Tidak Sekadar Sosialisasi
Kepala SD UMS Global Citizen, Nasrul Harahab, S.Pd.I., Gr., M.Pd., dalam konteks penyelenggaraan GPS menempatkan forum orang tua sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan.
Konsep parenting yang dikembangkan tidak berhenti pada penyampaian informasi dari sekolah kepada orang tua. Sebaliknya, orang tua didorong untuk memahami bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang mendukung rasa ingin tahu, eksplorasi, kebiasaan belajar, komunikasi, serta perkembangan karakter anak.
Hal tersebut sejalan dengan rancangan kegiatan GPS yang memberikan ruang bagi orang tua untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, kebutuhan, dan harapan kepada sekolah. Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program pendidikan.
“Pendidikan anak tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Dibutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga agar nilai, kebiasaan, dan pengalaman belajar yang diterima anak dapat berjalan secara selaras.”
Menghubungkan Pendidikan Global dan Nilai Islam
SD UMS Global Citizen dikembangkan sebagai laboratorium pendidikan di bawah FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan orientasi pada pembentukan peserta didik yang memiliki wawasan global, karakter, kemampuan akademik, serta nilai-nilai keislaman.
Konsep tersebut sebelumnya juga ditegaskan dalam pengembangan SD UMS Global Citizen yang mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan Muhammadiyah, dan perspektif internasional. Sekolah juga menempatkan penguatan bahasa, teknologi digital, karakter, dan pendidikan religius sebagai bagian dari arah pengembangannya.
Melalui Global Parent Summit, sekolah ingin memastikan bahwa konsep pendidikan tersebut tidak hanya dipahami oleh guru, tetapi juga diketahui dan didukung oleh keluarga.
Program GPS mencakup sejumlah agenda, mulai dari sesi pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, lagu kebangsaan dan Mars Sang Surya, special performance, sesi utama bersama pembicara, parenting talkshow dan tanya jawab
Membangun Kemitraan Sekolah dan Keluarga
Global Parent Summit 2026 pada akhirnya diarahkan untuk membangun pola hubungan baru antara sekolah dan orang tua, dari sekadar hubungan layanan pendidikan menjadi kemitraan dalam proses tumbuh kembang anak.
Melalui kemitraan tersebut, SD UMS Global Citizen berharap orang tua memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai visi sekolah, karakteristik pembelajaran, penerapan perspektif National Geographic, serta bentuk pendampingan yang dapat dilakukan di rumah.
Sekolah juga menargetkan terbentuknya komunikasi dua arah yang konstruktif dan komitmen tindak lanjut antara sekolah, guru, dan keluarga.
Dengan mengusung semangat global citizen yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, Global Parent Summit 2026 menjadi salah satu langkah SD UMS Global Citizen dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada karakter, kepedulian, kreativitas, komunikasi, dan kesiapan anak menghadapi masa depan.

